• Jelajahi

    Copyright © Wonosobo Media
    Wonosobo Media Network

    Iklan

    Majelis Burdahan, Melangitkan Doa, dan Rasa Katresnan

    , 16.44 WIB
    KedaiKlenik | Madu Murni Indonesia
    Majelis Burdahan, Melangitkan Doa, dan Rasa Katresnan
    Ilustrasi:Majelis Burdahan, Melangitkan Doa, dan Rasa Katresnan 



    Wonosobo Media - Kembali melanjutkan mencari club-club mujahadahan, kemarin Minggu (25/1) malam mencoba mengikuti rutinan malam Senin Burdahan di sebuah wilayah yang masih masuk Wonosobo. 


    Pertalian dan ikatan dengan Burdah sendiri sudah agak lama, salah satu lafaz di kasidah Burdah sendiri " Maula Ya Sholli" pun sudah tidak asing dan senantiasa kita lantunkan di setiap ada momentumnya.


    Pernah juga sembari meminta izin untuk membuat konten tentang tafsir Hidayaturohman yang ditulis oleh Mbah Sholeh Darat juga sembari ziarah juga uluk salam, kirim doa dan Burdahan. 


    Beberapa waktu yang lalu, mencoba turut ngguyubi rutinan burdahan yang digelar setiap hari Minggu, menyimak bait per bait. 


    Dari rangkaian kehidupan Nabi Muhammad, cinta kasih, pengendalian hawa nafsu, doa, pujian terhadap Al-Quran, Isra' Mi'raj, jihad dan tawassul.


    Dibuka dengan tawassulan membuka pintu langit, asma-asma Kekasih Tuhan, hingga dilantunkan pengantar awal syair Burdah: "Amin tazakkuri jiranin bizi Salami

    Mazajta dam'an jara min muqlatin bidami?"

    Tidakkah kau ingat tetanggamu di Dzi Salam

    Yang air matanya tercucur bercampur darah?


    "Ayaḫsabush-shabbu annal-ḫubba munkatimun, ma baina mun sajimin minhu wa mudltharimi"


    Adakah orang yang dimabuk cinta menyangka, bahwa cinta kasih dapat disembunyikan; Di antara (hal) bercucuran airmata dan kegelisahan jiwa?


    Jika sekilas membaca, bait syair pada kasidah Burdah ini memang syahdu dengan lagu mendayu, apalagi kita paham makna yang disampaikan. 


    Jika tidak pun kita akan mengamini saja dan merasuk meresapi dari bait awal sampai pungkasan. 


    Tentu semuanya berlandaskan katresnan rasa kerinduan kepada Kanjeng Nabi Muhammad. 


    Sampai pada syair, perihal nafsu misalnya, terdapat penggalan menarik: 


    "Sesungguhnya nafsu ammarah yang bertapak di lubuk hatiku masih belum mahu menerima nasihat; Kerana jahilnya dari peranan peringatan yang dibawa oleh uban dan hari tua.


    Sebelum syair selesai pun terpantik pada sebuah bait yang dirasa bahwa diri ini sebisanya berusaha dan pasrah kepada Gusti Allah meskipun diri kita ini masih dirundung banyak dosa tapi sebisa mungkin untuk senantiasa khusnudzon kepada ketetapan Gusti Allah.


    "Ya nafsu la taqnatī min zallatin ‘adhumat

    Innal kabā- ira fil ghufrāni kal lamami."


    Wahai diri! Janganlah engkau cepat berputus-asa daripada kesalahanmu walaupun besar; kerana dosa besar adalah kecil di sisi keampunan Allah.


    Hingga kasidah Burdah selesai dibaca disambung dengan doa dan harapan. Dari perjalanan ini meski sedang dilanda dingin, hujan atau panas yang tidak menentu di wilayah Wonosobo menjadi suluk singgah di sebuah majelisan. 


    Hujan dan angin, gerimis atau malah masuk angin yang terasa, lewat lantaran Burdahan ini bisa menjadi perantara hal-hal yang buruk hilang, dan menjadi energi yang baik-baik, katanya kan wong kang soleh kumpulana.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    iklan mgid

    Yang Menarik

    +