• Jelajahi

    Copyright © Wonosobo Media
    Wonosobo Media Network

    Iklan

    Makam KRT Jayaningrat II di Kradenan Resmi Ditetapkan sebagai Cagar Budaya

    , 19.36 WIB
    KedaiKlenik | Madu Murni Indonesia


    Makam KRT Jayaningrat II di Kradenan Resmi Ditetapkan sebagai Cagar Budaya
    Makam KRT Jayaningrat II di Kradenan Resmi Ditetapkan sebagai Cagar Budaya.


    Wonosobo Media - Telah digelar Peresmian Cagar Budaya di Makam KRT Jayadiningrat II, pada Minggu, (1/2) pagi.


    Acara tersebut juga bagian dari Sadran Agung KRT Djajaningrat II di Kradenan, Srumbung, Magelang, Jawa Tengah.


    Sebagaimana diketahui, Makam KRT Jayaningrat II sendiri ini terletak di Pasarean Kradenan, Srumbung, Magelang, Jawa Tengah. 


    KRT Jayaningrat II adalah menantu Sultan Hamengku Buwono I. 


    Menariknya, berada di Pasarean Kradenan ini khususnya makam dari KRT Jayaningrat II ini Kijing dan nisannya terbuat dari kayu jati bertumpuk sembilan.


    Sekujur nisan dan kijing itu penuh dengan goresan beraksara Arab diukir khas dan bikin takjub.


    Ukiran pada nisan maupun kijing ini bertuliskan kalimat-kalimat suci yang terdiri dari Doa Nurbuwat, Salawat Nabi, Bismillah Selikur, Istighfar Songo. 


    Dilansir redaksi Wonosobo Media dari grup Facebook Kandang Kebo, tertulis bahwa berdasarkan Serat Pasarejan Angker Saha Gadah Daja, diterangkan bahwa bangunan makam KRT Jayaningrat II dibangun tepat setelah 1000 hari atau 3 tahun setelah hari wafatnya. 


    Artinya, tokoh ini wafat 3 tahun sebelum tanggal 2 April 1790, tepatnya pada 1787 (Pasarejan Angker Saha Gadah Daja 1929, 11–12). Waktu wafat tokoh ini sekira 5 tahun sebelum wafatnya HB I. 


    Sementara itu dari tulisan Yaser Arafat di laman media sosialnya mencatat tambahan informasi bahwa KRT Jayaningrat II ini adalah ayah KRT Sumodiningrat.


    Seperti diketahui, KRT Sumodiningrat sendiri salah satu tokoh yang syahid pada peristiwa Perang Sepehi 1812 itu. 


    KRT Jayaningrat II adalah Bupati Kedu yang sejak 1757 telah memandegani wilayah ini. Termasuk wilayah yang saat ini masuk dalam administrasi Kabupaten Magelang.


    "Jadi jika ingin melacak sejarah administrasi dan budaya Magelang, tokoh ini adalah kunci sekaligus pintu masuk." Tulis Yaser Arafat melalui laman media sosialnya.


    Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pun merasa bersyukur bahwa makam sang anak, KRT Sumodiningrat, telah diresmikan sebagai Cagar Budaya Bantul, DI Yogyakarta, beberapa waktu lalu.


    Lalu pada saat bersamaan, makam sang ayah pun juga diresmikan sebagai Cagar Budaya Magelang, Jawa Tengah, pada gelaran Sadran Agung di Pasarean Kradenan hari tadi.***




    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    iklan mgid

    Yang Menarik

    +