• Jelajahi

    Copyright © Wonosobo Media
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang Sosialisasi Kompos Takakura

    Wonosobo Media
    , 05.05 WIB
    KedaiKlenik | Madu Murni Indonesia


    Sosialisasi Kompos Takakura saat Acara Musrenbangdes Desa Sumberejo

    Wonosobo Media : Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga tahun 2021 membuat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Mengolah sampah organik seperti sampah dapur menjadi penting khususnya di tengah pandemi Covid-19. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pengolahan sampah yang tepat turut bekontribusi pada peningkatan sampah rumah tangga.

                Melihat permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Tim 1 dari Universitas Diponegoro Tahun 2021 yang dibimbing oleh Dr.rer.nat Thomas Triadi Putranto,ST,M.Eng memberikan sosialisasi “Kompos Takakura” saat acara Musrenbangdes (Musyawarah Rencana Pembangunan Desa) di Desa Sumberejo, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Acara yang dilaksanakan pada hari kamis (4/2/2021) tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, memakai hand sanitizer dan menjaga jarak.

                Kompos Takakura merupakan metode pengolahan sampah organik khususnya sampah dapur. Metode ini dinamakan sesuai dengan nama penemunya, yaitu Mr. Koji Takakura asal Jepang. Kompos Takakura memiliki kelebihan tidak berbau dan cocok diletakkan di dalam ruangan. Mahasiswa KKN mengenalkan dan mempraktikkan secara langsung terkait pembuatan pupuk kompos dengan metode Takakura kepada peserta Musrenbangdes yang dihadiri oleh Tokoh Masyarakat seperti Kepala Desa, Perangkat Desa, PKK, dan Kader. Mereka nampak antusias dan tertarik dengan cara pembuatan kompos Takakura.

    Foto: Kompos Takakura

    Pembuatan kompos Takakura cukup sederhana yaitu menyiapkan keranjang plastik tertutup dan ada lubangnya karena prinsip kerja pengomposan dengan sistem aerob. Selanjutnya, keranjang bagian dalam dilapisi kardus dan diisi bantalan sekam di dasar keranjang. Lalu dimasukkan kopos jadi, sampah organik yang sudah dicacah dan dicampur dengan EM4. Terakhir, tutup dengan bantal sekamdan kain hitam serta penutup keranjang.

                Di sesi terakhir sosialisasi, Bapak Harno selaku Kades Desa Sumberejo menyampaikan “Terimakasih kepada mba Titan yang sudah memberikan pengalaman baru kepada kami. Monggo kepada ibu-ibu khususnya ibu PKK untuk bisa mempraktikkan pembuatan kompos Takakura.”


    Kontributor: Titan Irawati (Fakultas Kesehatan Masyarakat UNDIP – 2017*

    *@titan.ira 

    Titan Irawati

    Dosen Pembimbing Lapangan : Dr. rer. nat. Thomas Triadi Putranto, ST., M. Eng

    Editor: Redaksi Wonosobo Media


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Yang Menarik

    +