![]() |
| Olimpiade PRISMA 2026: Dari Sumatera hingga Merauke, Anak-anak Indonesia Beradu Cepat Berhitung di Satu Layar |
Wonosobo Media - Kamis, 2 Juli 2026 pagi kembali dilaksanakan Olimpiade Prisma Nasional di Kantor Prisma Pusat Wonosobo.
Olimpiade ini telah berlangsung memasuki putaran ke-6 dengan antusiasme peserta yang terus meningkat mewarnai pelaksanaan Olimpiade Nasional PRISMA Kalkulator Tangan yang memasuki hari kedua, dengan mempertandingkan kategori olimpiade PRISMA.
Setelah sehari sebelumnya peserta mengikuti kompetisi kategori ABAMA (Anak Baca Prisma) dan CERMAT (Cerdas Matematik).
Pada hari kedua menjadi ajang pembuktian kemampuan berhitung cepat menggunakan metode khas PRISMA yang telah dikenal di berbagai daerah di Indonesia.
Sejak pagi, para peserta telah menyimak di ruang Zoom meeting, wajah-wajah penuh semangat tampak menghiasi setiap sudut arena lomba.
Mereka datang dari berbagai kota dan kabupaten di Indonesia, mulai dari wilayah Sumatera, Jawa Barat, Lampung, hingga Merauke, hal ini menjadikan ajang pertemuan keluarga besar PRISMA Kalkulator Tangan dari seluruh nusantara.
Sebelum perlombaan dimulai, panitia mengarahkan seluruh peserta untuk melakukan cek ulang dan mengedit nomor hingga nama peserta sebelum mengikuti kompetisi sesuai kategori masing-masing.
Kategori PRISMA sendiri menjadi salah satu sesi yang paling dinantikan karena menguji kecepatan, ketelitian, dan konsentrasi peserta dalam menyelesaikan berbagai soal berhitung menggunakan metode kalkulator tangan.
Setiap peserta dituntut mampu berpikir cepat sekaligus menjaga akurasi dalam waktu yang terbatas hingga menyetorkan di nomor panitia yang telah ditentukan untuk diambil beberapa finalis menuju ke jenjang berikutnya.
Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, Olimpiade Nasional PRISMA juga menjadi ruang silaturahmi bagi para peserta, pengajar, dan orang tua dari berbagai daerah. Mereka saling berbagi pengalaman, bertukar cerita mengenai proses belajar, hingga mempererat jaringan antarunit PRISMA yang tersebar di seluruh Indonesia.
Meski terbatas oleh jarak, namun melalui para panelis yang memandu jalannya olimpiade ini menjadikan rangkaian dan runtutan kegiatan menjadi tertib dan lancar, kesan pesan hingga harapan disampaikan dari masing-masing unit.
Keceriaan pun terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Meski berada dalam suasana kompetitif, para peserta tetap menunjukkan sportivitas dan saling memberikan semangat satu sama lain.
Melalui penyelenggaraan Olimpiade Nasional PRISMA Kalkulator Tangan ini, diharapkan semangat belajar matematika dengan metode yang menyenangkan terus tumbuh di kalangan anak-anak Indonesia.
Selain melahirkan generasi yang terampil dalam berhitung, kegiatan ini juga menjadi wadah membangun rasa percaya diri, keberanian berkompetisi, serta mempererat persaudaraan antarpeserta dari seluruh penjuru Tanah Air.
Melalui sambutannya membuka Olimpiade Prisma 2026, Arik selaku ketua panitia menyampaikan beberapa hal.
![]() |
| Arik, salah satu panelis sedang memandu jalannya Olimpiade Prisma Nasional 2026. |
“Besar harapan kami dengan adanya olimpiade prisma 2026 yang ke 6 ini bisa mencetak anak-anak cerdas sebagaimana tema olimpiade tahun ini “Membangun Generasi Cerdas Menuju Indonesia Emas”.
“Jadi anak-anak ini generasi emas yang diharapkan besok bisa memimpin Indonesia lebih baik lagi.” Tambahnya.
Diketahui, olimpiade tahun 2026 ini diikuti dari 10 provinsi, dengan total 39 kota atau kabupaten, Jawa Tengah meliputi Kabupaten Wonosobo, Kendal Pemalang, Tegal Temanggung, Batang, Kudus, Jepara, Kebumen, Brebes.
Kota terbanyak yang ikut serta yaitu dari Jawa Barat meliputi Karawang, Pangandaran, Sumedang, Bandung, Kuningan, Kota Bandung, Cianjur Kabupaten Indramayu, Cirebon, Kota Depok, Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor hingga Bekasi.
Sementara di wilayah Jawa Timur yaitu dari Kabupaten Nganjuk, Tulungagung, Jombang.
Dari provinsi banten dari Tangerang selatan, Kota Tangerang dan Kota Cilegon, sampai wilayah yang tidak kalah jauh yaitu Kabupaten Merauke.
Ada juga dari Provinsi Bengkulu ada Kabupaten Kepahiyang, kemudian dari Lampung ada Kabupaten Way Kanan dan Lampung Timur.
Dari Sumatera Barat ada Padang dan Kab. Sijunjung. Sumatera Selatan ada Palembang dan Riau ada Kota Batam.
Peserta kategori 1 ada 80 peserta, kategori 2 ada 66 peserta, kategori 3 ada 49 peserta dan kategori Cikma ada 26 peserta.
Sembari membacakan beberapa kategori dari beberapa wilayah di Indonesia, Arik menutup sambutannya sekaligus membuka Olimpiade Prisma 2026 sekitar pukul setengah 9 pagi resmi dibuka dan dilanjut ke sesi selanjutnya yaitu seleksi mencari para finalis dengan mengerjakan soal hingga ada sesi di wayground.
Sementara sembari menunggu dewan juri tengah menilai beberapa finalis yang masuk 20 tercepat yang dikirim di admin pusat dan dikoreksi.
Para panelis menyapa beberapa unit hingga anak didik yang menjadi peserta Olimpiade Prisma 2026 kali ini.
| Olimpiade Prisma Nasional 2026. |
Misalnya dari unit Pangandaran mengungkapkan melalui cikma atau guru peserta merasa bangga dapat turut andil dan ikut olimpiade.
Selain itu juga berharap semoga semakin banyak masyarakat luas yang mengenal prisma kalkulator tangan untuk mencerdaskan anak di seluruh Indonesia.
Nah, hingga sesi olimpiade dari kategori 1 hingga akhir pada sesi perlombaan untuk Cikma sendiri para peserta masih antusias dan tetap semangat dalam mengikuti rangkaian acara.
Sampai pada sesi yang ditunggu yaitu pembacaan juara di masing-masing kategori, ruang Zoom Meet kembali dibuka untuk semua yang ingin menyimak pembacaan juara. Live streaming via Youtube pun tidak kalah ramainya.
Hingga di akhir sesi dipungkasi, dan para juara sudah ditentukan, diketahui tampak sumringah terpancar dari wajah-wajah di layer monitor, seakan mendapatkan dukungan energi lebih. Keluh kesah – Lelah terobati dengan keputusan juara yang diperoleh pada ajang Olimpiade Prisma Abama Cermat 2026 tahun ini.



