• Jelajahi

    Copyright © Wonosobo Media
    Wonosobo Media Network

    Iklan

    Suluk Sunyi di Makam Sunan Kuning

    , 12.46 WIB
    KedaiKlenik | Madu Murni Indonesia

     


    Terik matahari kota Semarang waktu itu sedang panas-panasnya, meskipun begitu namanya janji harus ditepati. Selepas dhuhur teman-teman kampus agendakan ziarah ke makam Sunan Kuning ( Soen an ing) karena ada tuntutan tugas terkait dengan sistem informasi pariwisata Islam.

     Sebagai pelaku suluk mie gelas yang kerap sowan ke candi, punden, ziarah ke makam para leluhur memang sudah tidak asing lagi. Tapi tidak dipungkiri namanya mahasiswa yang ndilalah kebetulan masuk jurusan piknik Islam, sebisa mungkin ya harus nyeblung terjun dalam kaitan pariwisata dengan label Islam atau religi biasanya. Nah salah satunya menggali informasi terkait dengan makam.

    Berziarah ke makam ini adalah kali kedua, setelah kemarin ekspedisi makam misi khusus vol. 1. Setibanya di lokasi teman-teman kelompok yang telah dibagi untuk tugas akhir semester ini sudah sampai terlebih dahulu, sedang berbincang dengan pihak pengelola makam Sunan Kuning selepas melangitkan doa dan tawasullan. Pohon rindang menjulang dan terlihat sepuh di area makam pun membuat nyaman dan terasa sejuk menyimak informasi dari salah satu pengelola makam.

    Makam Sunan Kuning berada di bukit kecil lokalisasi Argorejo, Untuk menuju ke makam Sunan Kuning, peziarah harus melewati gang-gang di Argorejo ini.Gang-gang yang selalu sibuk saat menjelang malam. Di ujung barat komplek karaoke ada jalan keluar menuju perkampungan biasa. Jalan itu lah yang menuntun peziarah menuju ke makam Sunan Kuning yang ada di atas bukit.



    Di bukit tersebut dapat kita temui tiga bangunan makam, dengan gaya khas Tionghoa perpaduan rumah Jawa. Aksesoris serba merah juga terpasang, ada lampion, tulisan China, juga dupa di depan pintu masuk tiga bangunan makam itu. Dua makam itu merupakan makam dua pengikut setianya semasa menemani berdakwah di Semarang yaitu makam Sunan Kali dan Sunan Ambarawa. 

    Ada juga satu bangunan mushola diperuntukan bagi peziarah yang datang.Warna makam itu juga khas warna Cina yakni serba kuning dan merah. Dihiasi dengan gambar sembilan wali yang dipasang di tembok depan makam Sunan Kuning, para peziarah pun bisa memanfaatkan mushola di kampung pemakaman jika ingin bermalam.

    Saat menyusuri makam Sunan Kuning yang terletak 50 meter dari eks Resosialisasi Argorejo. Lokasinya ada di bukit kecil Gunung Pekayangan atau di Jalan Sri Kuncoro 1 RT 6 RW 2 Kelurahan Kalibanteng Kulon, Semarang Barat, Kota Semarang. Makam itu kini dikelilingi pasarean umum oleh warga sekitar. 

    Akses menuju kesana memang harus melewati gang-gang komplek eks resosialisasi Argorejo dengan memasuki area pasarean umum Bukit Pakayangan, makam Sunan Kuning ada di paling atas komplek pekuburan warga Argorejo Kalibanteng Kulon itu.Dengan dipisahkan tembok dan gapura khas China. 


    Seringkali kita menemukan atau mendengar ada sebuah makam ditemukan di lingkungan yang dianggap buruk seperti lokalisasi atau sifatnya kadunyan di tengah pasar. Ada analisa yang menyebabkan hal itu terjadi karena salah satu campur tangan kolonial untuk menghapus jejak sejarah.

    Maka dari itu untuk wilayah yang sebenarnya pada zaman dahulu ada peran atau pengaruh dari salah satu tokoh yang membabat wilayah kemudian cara agar dihilangkan perannya dengan membuat stigma kurang baik dari lingkungan sekitarnya sehingga di kemudian hari cerita sejarah yang disampaikan menjadi kepaten obor. Wallahu a'lam bishowab.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Yang Menarik

    +