![]() |
| Trans Banyumas Dibiayai APBD Rp14 Miliar, Operasional Aman hingga Agustus 2026 |
Wonosobo Media - Ada fase dalam hidup termasuk dalam urusan transportasi publik, di mana yang terpenting bukan melaju kencang, tapi tetap berjalan. Barangkali itu yang kini sedang dialami Trans Banyumas.
Sejak April 2026, tongkat pembiayaan layanan ini resmi berpindah tangan. Jika sebelumnya bergantung pada anggaran pusat lewat skema subsidi, kini Pemerintah Kabupaten Banyumas harus memutar otak sendiri.
APBD pun jadi sandaran utama, dengan suntikan dana sekitar Rp14 miliar untuk menjaga bus tetap mengaspal. Angka itu, kalau dihitung-hitung, bukan untuk jangka panjang.
Diketahui, terkait dengan anggaran ini hanya cukup menopang operasional sekitar empat bulan lebih sedikit, kurang lebih sampai akhir Agustus 2026. Artinya, keputusan ini lebih mirip “menyelamatkan hari ini” daripada menjamin hari esok.
Di satu sisi, langkah ini patut diapresiasi. Tidak semua daerah berani mengambil risiko menjaga layanan publik tetap hidup ketika subsidi pusat berhenti. Ada keberanian, sekaligus kesadaran bahwa transportasi bukan sekadar kendaraan, tapi urat nadi mobilitas warga.
Namun di sisi lain, realitas anggaran tak bisa diajak kompromi. Ketika pembiayaan sepenuhnya berada di pundak daerah, opsi-opsi yang dulu terasa jauh mulai mendekat, termasuk soal penyesuaian tarif. Sesuatu yang mungkin tidak populer, tapi kerap dianggap perlu agar roda tetap berputar.
Trans Banyumas kini seperti sedang berjalan di jembatan sementara: cukup kuat untuk dilewati, tapi belum tentu tahan lama.
Agustus nanti akan jadi titik penting, apakah akan ada tambahan energi untuk melanjutkan perjalanan, atau justru harus berhenti sejenak, menunggu arah baru. Paling jelas, untuk saat ini, bus-bus itu masih melaju, dan bagi banyak orang, itu sudah berarti banyak.

