Halaman

    Social Items


Sebagai pecinta kuliner yang ingin bernostalgia menikmati jajanan tradisional dengan suasana beda, gak adasalahnya kalo berkunjung ke Pasar Lawas Kumandang. Lokasinya  tidak terlalu jauh dari pusat Kota Wonosobo, pasar kumandang terletak di Dusun Bongkotan Desa Bojasari Kecamatan Kertek,Wonosobo. Konsep pasar bernuansa klasik berada di tengah hutan dengan sejumlah spot foto yang instagrameble menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang.
Pasar Kumandang menggunakan uang keping terbuat dari bambu sebagai alat transaksi jual-beli. Tempat penukarannya berada di depan pintu masuk pasar. Satu keping setara dengan Rp 2.000

Di dalam pasar, warga setempat mengenakan pakaian adat sambil menjajakan dagangannya. Warga menjual aneka makanan, minuman, dan jajanan ala perdesaan seperti tiwul, gethuk, lopis, klepon, combrot, tempe kemul dan sejumlah jajanan tradisonal khas pasar lainnya. Jajanan unik tempo dulu tersebut dijual dengan harga terjangkau. Di pasar ini masih ada yang menjajakan mainan tradisional tahun 2000-an seperti yoyo kayu dan ethek-ethek.

Ada pula souvenir dengan bentuk lucu seperti miniatur tas, mobil-mobilan, gantungan kunci, celengan, boneka rajut, kipas kayu dan juga bakiak atau sandal terbuat dari kayu. Di samping makanan, ada wahana bermain bagi anak-anak yang diberi nama "Playon Bocah". Disana terdapat permainan klasik seperti sudahmanda dan jungkat-jungkit terbuat dari balok kayu serta ayunan. Sementara bagi pengunjung yang ingin merokok, telah disediakan area khusus yang berada di bagian bawah agar tidak menganggu pengunjung lain.


Pengunjung yang datang dengan membawa putra-putrinya bisa juga sambil belajar, karena pengelola telah menyediakan rumah baca guna meningkatkan minat baca anak usia sekolah.

Koleksi buku-buku tersebut pemberian dari beberapa komunitas pegiat pendidikan di Wonosobo. "Kreatif dan sangat unik. Seperti sedang nostalgia di masa kecil dulu. Soalnya di sini bisa mencicipi lagi jajanan pasar jaman dulu banget.

Kayaknya satu-satunya di Wonosobo, pasar yang mengangkat kuliner tradisional seperti ini dengan tempat yang beda dari biasanya. Pengunjung dan pedagang juga didorong membudayakan bahasa Jawa.

Lurah Pasar Lawas Kumandang Sigit Budi Martono menuturkan, Pasar Kumandang dibangun untuk memberdayakan warga dan mengangkat kembali kuliner tradisional yang mulai tergerus zaman.

"Pasar Kumandang dibangun secara swadaya oleh warga. Kami berinisiatif membuka alternatif wisata kuliner di Wonosobo dengan cara unik yang menonjolkan unsur alam dan tradisi lokal," tutur pria yang akrab disapa Tono tersebut.


Perlu kita ketahui Pasar Lawas Kumandang, dibuka setiap hari Minggu mulai pukul 07.00 hingga pukul 12.00. "Saat ini total ada 60 pedagang. Setiap pedagang tarik retribusi 15 persen dari hasil penjualan.

Uang tersebut nantinya akan digunakan untuk penambahan fasilitas penunjang lainnya," jelasnya. "Pasar Lawas Kumandang resmi dibuka untuk umum sejak 24 Juni lalu. Waktu itu Wakil Bupati Agus Subagyo yang meresmikan secara langsung.

Menurut info saat ini pengunjung membeludak. Bahkan, sampai pihak pengurus harus menarik kembali keping bambu yang diterima pedagang dari pembeli, karena 3.000 keping yang mereka sediakan habis,

Pasar Kumandang Pasar Lawas Yang Selalu Dikenang


Sebagai pecinta kuliner yang ingin bernostalgia menikmati jajanan tradisional dengan suasana beda, gak adasalahnya kalo berkunjung ke Pasar Lawas Kumandang. Lokasinya  tidak terlalu jauh dari pusat Kota Wonosobo, pasar kumandang terletak di Dusun Bongkotan Desa Bojasari Kecamatan Kertek,Wonosobo. Konsep pasar bernuansa klasik berada di tengah hutan dengan sejumlah spot foto yang instagrameble menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang datang.
Pasar Kumandang menggunakan uang keping terbuat dari bambu sebagai alat transaksi jual-beli. Tempat penukarannya berada di depan pintu masuk pasar. Satu keping setara dengan Rp 2.000

Di dalam pasar, warga setempat mengenakan pakaian adat sambil menjajakan dagangannya. Warga menjual aneka makanan, minuman, dan jajanan ala perdesaan seperti tiwul, gethuk, lopis, klepon, combrot, tempe kemul dan sejumlah jajanan tradisonal khas pasar lainnya. Jajanan unik tempo dulu tersebut dijual dengan harga terjangkau. Di pasar ini masih ada yang menjajakan mainan tradisional tahun 2000-an seperti yoyo kayu dan ethek-ethek.

Ada pula souvenir dengan bentuk lucu seperti miniatur tas, mobil-mobilan, gantungan kunci, celengan, boneka rajut, kipas kayu dan juga bakiak atau sandal terbuat dari kayu. Di samping makanan, ada wahana bermain bagi anak-anak yang diberi nama "Playon Bocah". Disana terdapat permainan klasik seperti sudahmanda dan jungkat-jungkit terbuat dari balok kayu serta ayunan. Sementara bagi pengunjung yang ingin merokok, telah disediakan area khusus yang berada di bagian bawah agar tidak menganggu pengunjung lain.


Pengunjung yang datang dengan membawa putra-putrinya bisa juga sambil belajar, karena pengelola telah menyediakan rumah baca guna meningkatkan minat baca anak usia sekolah.

Koleksi buku-buku tersebut pemberian dari beberapa komunitas pegiat pendidikan di Wonosobo. "Kreatif dan sangat unik. Seperti sedang nostalgia di masa kecil dulu. Soalnya di sini bisa mencicipi lagi jajanan pasar jaman dulu banget.

Kayaknya satu-satunya di Wonosobo, pasar yang mengangkat kuliner tradisional seperti ini dengan tempat yang beda dari biasanya. Pengunjung dan pedagang juga didorong membudayakan bahasa Jawa.

Lurah Pasar Lawas Kumandang Sigit Budi Martono menuturkan, Pasar Kumandang dibangun untuk memberdayakan warga dan mengangkat kembali kuliner tradisional yang mulai tergerus zaman.

"Pasar Kumandang dibangun secara swadaya oleh warga. Kami berinisiatif membuka alternatif wisata kuliner di Wonosobo dengan cara unik yang menonjolkan unsur alam dan tradisi lokal," tutur pria yang akrab disapa Tono tersebut.


Perlu kita ketahui Pasar Lawas Kumandang, dibuka setiap hari Minggu mulai pukul 07.00 hingga pukul 12.00. "Saat ini total ada 60 pedagang. Setiap pedagang tarik retribusi 15 persen dari hasil penjualan.

Uang tersebut nantinya akan digunakan untuk penambahan fasilitas penunjang lainnya," jelasnya. "Pasar Lawas Kumandang resmi dibuka untuk umum sejak 24 Juni lalu. Waktu itu Wakil Bupati Agus Subagyo yang meresmikan secara langsung.

Menurut info saat ini pengunjung membeludak. Bahkan, sampai pihak pengurus harus menarik kembali keping bambu yang diterima pedagang dari pembeli, karena 3.000 keping yang mereka sediakan habis,