• Jelajahi

    Copyright © Wonosobo Media
    Wonosobo Media Network

    Iklan

    Ngecas Batin: Catatan tentang Cara Orang Mencari Ide

    , 06.35 WIB
    KedaiKlenik | Madu Murni Indonesia
    Ngecas Batin: Catatan tentang Cara Orang Mencari Ide
    Ngecas Batin: Catatan tentang Cara Orang Mencari Ide


    Wonosobo Media - Seperti biasanya, ketika merasa gersang atau mentok dalam kepenulisan terkadang memang butuh sesuatu hal baru untuk merefresh agar mendapatkan sebuah "dun dunan langit" yang dapat mengisi melanjutkan sebuah produk, tulisan atau proses kreatifitas lainnya. 


    Meminjam istilah dalam stand up comedy ada "combud" comedy buddy, seorang comika akan meng-combud materinya kepada senior, teman sejawatnya atau siapa pun yang ahli di bidangnya sebelum nantinya open mic hingga tour pentas stand up-nya. 


    Ide tulisan ini pun muncul ketika selepas "suluk" beberapa hari lalu, dan ngobrol dengan kawan-kawan selingan ngobrol ngalor ngidul hingga timbul kiasan, bahwa masing-masing orang akan meminta fatwa atau sekadar sowan, duduk di suatu tempat yang dianggap tenang, syahdu yang cocok untuk memproses kreatifitasnya. 


    Misalnya, ada seorang penulis yang sempat singgah di alun-alun katakanlah, dengan dadakan ia meminta singgah di tempat itu, untuk menulis. Ya itu krenteg salah satu penulis. 


    Lain lagi seorang akademisi yang juga memiliki ikatan batin yang kuat dan memang fokusnya urusan kenegaraan, ia memiliki chemistry dengan Mbah Tjokroaminoto untuk "sambat" berkeluh kesah dan sebagai ngecas ati. 


    Ada juga, ketika seseorang memastikan atau memutuskan suatu hal ketika singgah di makam Mbah Ronggowarsito, lalu di lain kesempatan ia mantap dengan profesinya.


    Tentunya masing-masing perseorangan memiliki ikatan batin dengan siapa saja, atau apa saja yang tahapannya terkadang sudah tak bergantung pada ruang dan waktu malah.


    Tetapi bagi tahapannya seperti diri kita ini yang sedang menapaki suatu hal, ada waktu juga masih membutuhkan perantara untuk memantik sebab kreatifitas. 


    Entah sowan para guru, sesepuh, ngulama' hingga leluhur sebagai "ngalap berkah" juga tafa'ulan, duduk bersimpuh melafazkan kalimah tayyibah, selawat hingga doa yang dilangitkan, berbekal mongkok hati harapannya juga diberi luberan produktif sebagaimana tokoh-tokoh yang disowani atau diajak "combud" tadi.


    Atau ada lagi cara memantik kreatifnya hanya pergi ke suatu tempat yang kerap disinggahi dari "crush" nya atau kekasihnya.


    Entah singgah di daerah asalnya, domisilinya sampai cukup hanya lihat rumahnya, dan perilaku unik-unik yang tidak bisa dinalar, nah kayaknya tahapan ini bisa disebut dengan tahapan layaknya Qais kepada Laila. Anjayy.. 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    iklan mgid