• Jelajahi

    Copyright © Wonosobo Media
    Wonosobo Media Network

    Iklan

    Gebyuran Bustaman,Tradisi Unik di Kota Semarang Jelang Ramadan

    , 21.47 WIB
    KedaiKlenik | Madu Murni Indonesia

    Gebyuran Bustaman,Tradisi Unik di Kota Semarang Jelang Ramadan
    Gebyuran Bustaman, sebuah tradisi di Semarang, Kampung Bustaman sambut bulan Ramadan/ariyantidwi9


    Wonosobo Media - Menjelang Ramadan, banyak kampung berubah menjadi ruang perayaan kecil. Ada yang menabuh bedug, ada yang mengarak obor, ada pula yang menggelar pasar rakyat. 


    Namun berada di sudut Kota Semarang, tepatnya di Kampung Bustaman, cara menyambut bulan suci terasa berbeda, warga Kampung Bustaman justru menyambut bulan Ramadan ini dengan saling menyiram air.


    Tradisi itu dikenal dengan nama Gebyur Bustaman, sebuah perang air yang bukan sekadar permainan, melainkan simbol pembersihan diri sebelum memasuki Ramadan.


    Dari Gang Sempit Menuju Tradisi Ratusan Tahun


    Kampung Bustaman berada di Kelurahan Purwodinatan, Kecamatan Semarang Tengah, tak jauh dari kawasan Kota Lama

    Berada di antara gang-gang sempit dan rumah-rumah yang berdempetan, tradisi ini hidup dan diwariskan lintas generasi, dari zaman dahulu hingga kini masih eksis terjaga.


    Menurut cerita warga, akar tradisi ini bermula dari sosok Kiai Kertoboso Bustam, atau yang akrab disebut Kiai Bustaman. Ia dikenal sebagai tokoh agama yang dahulu membiasakan memandikan anak-anaknya menjelang Ramadan sebagai simbol penyucian diri.


    Kebiasaan personal itu lambat laun ditiru warga, lalu berkembang menjadi ritual komunal. Dari tindakan sederhana di ruang keluarga, ia berubah menjadi perayaan satu kampung.


    Dicorat-coret Dulu, Baru Dibersihkan


    Salah satu bagian paling menarik dari Gebyur Bustaman adalah prosesi awalnya. Para peserta yang datang dan turut merasuk pada Gebyur Bustaman ini baik anak-anak, remaja, hingga orang tua, uniknya para hadirin yang turut serta di kegiatan ini lebih dulu dicorat-coret menggunakan cat air.


    Coretan itu bukan sekadar hiasan. Ia dimaknai sebagai lambang dosa, kesalahan, dan “kotoran” batin yang menempel selama setahun terakhir. Setelah tubuh penuh warna, mereka bersiap untuk “dibersihkan”.


    Puluhan kantong plastik berisi air telah disiapkan di depan rumah-rumah warga. rangkaian acara ini pun 3 hari dari 12-15 Februari 2026, pada puncaknya acara Gebyuran Bustaman ini dimulai dengan penyiraman simbolis oleh tokoh masyarakat, lengkap dengan doa agar Ramadan membawa keberkahan.


    Tak lama, suasana berubah riuh. Air beterbangan dari segala arah. Anak-anak berlari sambil tertawa, orang dewasa tak segan ikut saling guyur. Ember, kantong plastik, hingga gayung menjadi “senjata”. Gang sempit berubah menjadi arena basah yang penuh kegembiraan.


    Air, Tawa, dan Makna Penyucian


    Di mata orang luar, ini mungkin terlihat seperti perang air biasa. Namun bagi warga Bustaman, setiap percikan air adalah simbol.


    Air melambangkan kesucian. Guyuran air berarti membasuh dosa. Setelah basah kuyup, para peserta seolah memasuki fase baru lebih bersih, lebih ringan, lebih siap menyambut bulan puasa.


    Tradisi ini juga menyiratkan pesan sosial. Tidak ada sekat usia, tidak ada jarak antara yang tua dan muda. Semua setara dalam basah dan tawa. Di situlah solidaritas kampung dirawat.


    Tradisi Lokal yang Bertahan di Tengah Modernitas


    Di tengah kehidupan kota yang kian modern, Gebyur Bustaman menjadi pengingat bahwa tradisi tidak selalu harus megah untuk bermakna. Ia cukup hidup di gang kecil, di tangan warga yang setia merawatnya.


    Sebagai bagian dari tradisi Ramadan di Semarang, Gebyur Bustaman bukan hanya atraksi budaya, tetapi juga refleksi nilai spiritual dan kebersamaan guyub rukun antar warga.


    Ramadan di Kampung Bustaman tidak datang dalam sunyi. bulan suci ini disambut dengan tawa, gembira percikan air, dan keyakinan bahwa sebelum berpuasa, manusia perlu lebih dulu “mandi” bukan sekadar membersihkan tubuh, tetapi juga hati. 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    iklan mgid

    Yang Menarik

    +