• Jelajahi

    Copyright © Wonosobo Media
    Wonosobo Media Network

    Iklan

    Rekomendasi Kuliner Khas Batang yang Wajib Dicoba: Dari Nasi Megono hingga Surabi Kalibeluk

    , 19.40 WIB
    KedaiKlenik | Madu Murni Indonesia

     

    Rekomendasi Kuliner Khas Batang yang Wajib Dicoba: Dari Nasi Megono hingga Surabi Kalibeluk
    Rekomendasi Kuliner Khas Batang yang Wajib Dicoba: Dari Nasi Megono hingga Surabi Kalibeluk

    Wonosobo Media - Pernah melewati jalur Pantura dan hanya menganggap Batang sebagai kota transit? Saatnya mengubah cara pandangmu. Kabupaten di pesisir utara Jawa Tengah ini bukan sekadar tempat singgah, melainkan surga tersembunyi bagi pencinta rasa.


    Kuliner Batang punya karakter kuat: sederhana, autentik, dan kaya rempah. Mulai dari hidangan berkuah hangat, nasi tradisional penuh sejarah, hingga jajanan manis yang dimasak dengan cara turun-temurun, semuanya siap memanjakan lidah siapa yang singgah.


    Berikut di bawah ini ada 4 rekomendasi kuliner khas Batang yang wajib kamu coba saat berburu wisata kuliner di wilayah Pantura ini. Yuk cek satu persatu di bawah ini!


    1. Nasi Megono, Ikon Kuliner Batang yang Melegenda


    Kalau berbicara tentang makanan khas Batang, nama Nasi Megono hampir pasti disebut pertama. Hidangan ini sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Batang sejak dulu, bahkan kerap hadir dalam berbagai acara penting.


    Keunikan Nasi Megono terletak pada topping-nya: nangka muda cincang yang dicampur kelapa parut dan bumbu rempah khas. Warga lokal menyebut nangka muda ini sebagai cecek. Aroma daun melinjo dan tekstur lembut nangka menciptakan perpaduan gurih yang khas dan sulit dilupakan.


    Biasanya, Nasi Megono disantap bersama mendoan—tempe goreng tipis setengah matang yang renyah di luar dan lembut di dalam. Kombinasi keduanya menghadirkan sensasi rasa yang sederhana tapi nagih.


    Kamu bisa menemukannya di sekitar alun-alun Batang. Salah satu yang legendaris adalah Warung Tjukup, berdiri sejak 1982, dengan puluhan pilihan lauk pendamping.


    2. Soto Kebo, Sensasi Daging Kerbau yang Unik


    Jika biasanya soto menggunakan ayam atau sapi, Batang punya versi berbeda: Soto Kebo. Sesuai namanya, hidangan ini memakai daging kerbau sebagai bahan utama.


    Daging kerbau dikenal memiliki cita rasa khas dan tekstur empuk ketika dimasak dengan tepat. Kuahnya kaya rempah dengan aroma yang kuat, menghadirkan perpaduan gurih dan sedikit pedas yang menghangatkan tubuh.


    Beberapa tempat menyajikan kuah bening, sementara lainnya menghadirkan kuah lebih pekat mirip tauto. Porsinya pun terkenal melimpah, cocok untuk mengisi perut setelah perjalanan jauh di Pantura.


    Soto Kebo Pak Aziz dan Soto Kebo Bu Rini termasuk yang paling dikenal dalam daftar wisata kuliner Batang.


    3. Lontong Lemprak, Gurih Santan yang “Nendang”


    Sekilas tampilannya mirip opor ayam. Namun begitu dicicipi, kamu akan tahu bahwa Lontong Lemprak punya identitas rasa sendiri.


    Hidangan ini menggunakan ayam kampung jantan yang direbus hingga empuk, lalu disiram kuah santan kuning berbumbu rempah. 


    Sajian dari kuliner khas di Batang ini lontongnya dibungkus daun pisang berbentuk silinder, menambah aroma khas yang menggugah selera.


    Sehingga membuatnya berbeda adalah sambal merahnya. Rasa pedasnya memberi sentuhan “nendang” yang membedakan Lontong Lemprak dari opor biasa.


    Dikisahkan, nama “lemprak” berasal dari kebiasaan pembeli yang makan sambil duduk lesehan atau “nglemprak”. Warung Mbak Moer, yang sudah ada sejak 1997 di sekitar alun-alun Batang, menjadi salah satu tempat favorit untuk mencicipinya.


    4. Surabi Kalibeluk, Legitnya Bikin Susah Berhenti


    Beranjak ke jajanan tradisional, ada Surabi Kalibeluk yang tak kalah legendaris. Berbeda dari serabi pada umumnya, surabi ini berukuran lebih besar dengan tekstur lembut dan kenyal.


    Dimasak di atas tungku kayu, aromanya khas dan sulit ditiru oleh kompor modern. Bahan dasarnya sederhana: tepung beras dan santan, lalu disajikan dengan kinca gula merah yang manis dan harum.


    Perpaduan rasa legit, gurih, dan manis membuat jajanan ini punya penggemar setia, bahkan dari luar kota. Sentra pembuatannya berada di Desa Kalibeluk dan Pasar Warungasem.


    Kota Transit yang Punya Rasa Autentik


    Tak banyak yang menyangka bahwa di balik label “kota singgah”, Batang menyimpan kekayaan rasa yang begitu kuat. 


    Wisata kuliner Batang menawarkan pengalaman berbeda, bukan sekadar makan, tapi menikmati warisan tradisi yang masih hidup hingga hari ini.


    Dari gurihnya Nasi Megono, hangatnya Soto Kebo, lezatnya Lontong Lemprak, hingga manisnya Surabi Kalibeluk, semuanya menghadirkan cerita di setiap suapan.


    Jadi, lain kali saat melintas di Pantura, jangan hanya lewat. Berhentilah sejenak, dan rasakan sendiri kenikmatan kuliner Batang yang bikin kangen untuk kembali.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    iklan mgid