• Jelajahi

    Copyright © Wonosobo Media
    Wonosobo Media Network

    Iklan

    Haul Mbah KH Muhammad Amin Bumen Bumirejo Mojotengah Berlangsung Khidmat, Tahlil Manaqib Menggema

    , 16.22 WIB
    KedaiKlenik | Madu Murni Indonesia
    Haul Mbah KH Muhammad Amin Bumen Bumirejo Mojotengah Berlangsung Khidmat Tahlil Manaqib Menggema

    Haul Mbah KH Muhammad Amin Bumen Bumirejo Mojotengah Berlangsung Khidmat Tahlil Manaqib Menggema.



    Wonosobo Media - Haul Akbar dan Mujahadah Rotib Al Haddad 2026 telah dilaksanakan di halaman Masjid Al Faqih Bumen, Bumirejo Mojotengah Wonosobo. 


    Bersama jamaah Nurul Falah dan para santriwan santriwati Pondok Pesantren Al Falah dan warga Bumen Bumirejo Mojotengah Wonosobo dan sekitarnya.


    Acara ini adalah bagian dari mengingat haul Mbah KH Muhammad Amin yang ke 27, Bu nyai ke 18 dan Ning Barokatul Munawaroh ke 7. 


    Suasana khidmat menyelimuti pelaksanaan haul di Bumen, Desa Bumirejo, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo, Rabu malam (12/8/2026).


    Haul tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar dan jamaah, santri untuk mengenang sekaligus mendoakan sosok kiai yang masih memiliki garis keturunan dari KH M. Chasbullah Bumen.


    Salah satu kiai sepuh yang dikenal jadi figur sentral penyebar Islam serta pengembang pengajian tarekat di wilayah Wonosobo pada awal abad ke-20.


    Rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh kekhusyukan. Acara diawali dengan pembacaan Surat Yasin, dilanjutkan pembacaan tahlil, kemudian dilanjut dengan manaqib.


    Suasana semakin terasa syahdu ketika pembacaan manaqib diselingi lantunan qasidah. Bacaan tersebut berpadu dengan suasana malam yang dingin khas hawa lereng pengunungan, membawa jamaah untuk menghayati kembali perjalanan hidup dan keteladanan para ulama.


    Acara juga diisi dengan pengajian oleh Gus dari Magelang. Dalam salah satu bagian kajiannya, ia menyampaikan sebuah syair yang mengandung pesan mendalam tentang kehidupan.


    “Waladatka ummuka yā ibna Ādama bākiyan,

    wan-nāsu ḥaulaka yaḍḥakūna surūran.

    Fa‘mal bikhairin kai takūna idzā bakau,

    fī yaumi mautika ḍāḥikan masrūran.” ia mengutip dan menjelaskan dengan gamblang dan diterima jemaah yang hadir malam itu.


    Syair tersebut menggambarkan manusia yang ketika lahir datang ke dunia dalam keadaan menangis, sementara orang-orang di sekelilingnya justru menyambut dengan kebahagiaan.


    Pesannya kemudian berbalik pada saat kematian. Manusia diajak untuk memperbanyak kebaikan selama hidup.


    Sehingga ketika tiba waktunya meninggalkan dunia, orang-orang yang ditinggalkan merasa kehilangan dan menangis, sementara dirinya memperoleh kebahagiaan atas amal yang telah dilakukan.


    Pesan tersebut terasa begitu relevan dengan suasana haul. 


    Sebab, inti dari mengenang orang yang telah meninggal bukan sekadar mengingat kepergiannya, tetapi juga mengambil pelajaran dari kehidupan yang pernah dijalani.


    Sebelumnya ketika jamaah bersama-sama melantunkan “Lā ilāha illallāh” dengan nasyid khas ala Al Khidmah suasana yang khusyu' terasa pada hadirin larut dalam dzikir.

    Bumen

    Lantunan dzikir tersebut menggema dan menciptakan suasana yang begitu menyentuh. 


    Tak sedikit momen terasa hening dan menggetarkan, seolah mengajak setiap orang yang hadir untuk kembali merenungkan kehidupan, kematian, dan bekal amal yang akan dibawa.


    Hingga selintas lantunan nasyid la Ilaha Illa Allah terdengar selingan "khoriyyah.. khoiriyyah Syaikhuna Muhammad Chasbulloh.." 


    Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa bersama.


    Para jemaah yang hadir kembali pulang ke rumah masing-masing membawa bekal saripati ngaji malam itu.


    Bagi sebagian orang ada yang masih singgah dan bercengkrama dengan sanak keluarga atau teman jauh yang telah lama tak bersua hingga melepas klangenan dengan sowan-sowan para kiai atau Gus di Bumen.

    Sowan Bumen


    Haul pun akhirnya bukan sekadar menjadi agenda tahunan untuk mengenang seorang kiai. 


    Di dalamnya terdapat silaturahmi, doa, dzikir, nasihat, sekaligus pengingat bahwa kehidupan manusia pada akhirnya akan sampai pada titik yang sama: kembali kepada Allah.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    iklan mgid

    Yang Menarik

    +