• Jelajahi

    Copyright © Wonosobo Media
    Wonosobo Media Network

    Iklan

    Lima Tahun Meniti Jalan, ABAMA Menyapa Bukittinggi

    , 17.37 WIB
    KedaiKlenik | Madu Murni Indonesia
    Lima Tahun Meniti Jalan, Abama Menyapa Bukittinggi
    Founder ABAMA beserta penulis foto di Bukittingggi.(foto:Istimewa).


    Wonosobo Media, Bukittinggi - Lima tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah gerakan, terutama bagi para inisiator yang merintis, membuka lembaran awal dari sebuah ruang Bernama ABAMA (Anak Baca Prisma).


    Adanya Abama sendiri ini bagian dari ingin mencerdaskan anak bangsa melalui anak didik pra-TK atau anak usia dini dapat belajar membaca dengan mudah mengenal dan membaca. 


    Dari gagasan itulah Abama (Anak Baca Prisma) mulai dirintis pada 2021. Langkah awalnya diteguhkan bersama di Bukit Seroja, Wonosobo oleh 3 founder ABAMA yaitu Zaenal Ahmad, S.Ag selaku Direktur PRISMA, Totok Prasojo, S.Pd dan Arik, S.Pd.I.


    Dari tempat di sudut Negeri Atas Awan, Wonosobo, Abama membawa salah satu cita-cita, yaitu ikut mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan membaca sejak usia dini, khususnya bagi anak-anak pra-TK hingga SD.


    Perjalanan lima tahun kemudian menjadi momentum bagi tim Abama untuk berhenti sejenak, menengok perjalanan yang telah dilalui, sekaligus menyusun langkah berikutnya. 


    Perjanjian agung, di tanggal 17 Agustus 2021, melangitkan doa dan harapan hingga sampai sekarang ini telah tersebar di penjuru Nusantara, dari pulau Sumatera hingga Papua.


    Pada tahun ini, Tim Abama termasuk para founder mencoba merayakan milad atau hari ulang tahun yang ke 5 ini dengan cara berbeda, salah satunya yaitu dengan berkunjung dan silaturahmi di Bukittinggi, Sumatera Barat. 


    Tim Abama meliputi founder justru memilih perjalanan dan silaturahmi sebagai cara untuk merayakan bertambahnya usia ABAMA yang juga masih bagian dari Prisma Kalkulator Tangan.


    Dari Wonosobo Menuju Bukittinggi

    ABAMA
    Penyerahat plakat perwakilan penulis ABAMA oleh Direktur Pusat Prisma, di Bukittinggi, Sumatera Barat.

    Perjalanan membawa tim Abama menuju Bukittinggi, Sumatera Barat. Berada di kota yang dikenal dengan jejak sejarah, pendidikan, dan budayanya itu, silaturahmi menjadi bagian penting dari perayaan lima tahun Abama.


    Salah satu agenda utama adalah berkunjung kepada penulis yang selama ini turut berkontribusi dalam penyusunan modul maupun buku ajar yang digunakan dalam pengembangan pembelajaran Abama (Anak Baca Prisma).


    Menurut salah satu founder Abama, Totok Prasojo mengungkapkan, para founder Abama ke Bukittinggi ini adalah bagian dari cara mengapresiasi para penulis yang andil dalam buku ajar Abama dengan bersilaturahmi langsung kepada Muthia Sari, Spd, Gr.


    Meskipun ada beberapa rekan penulis lainnya, tentu hal ini diniatkan bagian dari mengapresiasi seluruh penulis lewat karya bersama melalui Abama. 


    Pertemuan tersebut bukan sekadar kunjungan. Ada banyak kisah panjang yang menyertai tentang gagasan, pengalaman mendampingi anak-anak belajar, hingga harapan agar pendidikan membaca bagi anak usia dini dapat terus berkembang.


    “Selain sekadar bersilaturahmi, juga ada rapat internal dari tim Abama untuk keberlangsungan dan harapan lembaga ini ke depan.” Ungkap Toto Prasojo.


    Diketahui, Abama (Anak Baca Prisma) ini juga masih berada di bawah payung Prisma Kalkulator Tangan, yaitu metode ajar cerdas belajar matematika menggunakan jari dengan sederhana, mudah dan cepat.


    Masih menurut Toto, sapaan akrabnya, dari awal mula dirintis Abama sampai tahun ke 5 ini sudah tersebar di penjuru Indonesia sekitar 1000-an unit Abama. 


    "Sehingga harapan ke depan semoga bermanfaat untuk masyarakat Indonesia melalui ABAMA, semakin solid dan berkembang di seluruh penjuru negeri." Pungkasnya. ***


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    iklan mgid

    Yang Menarik

    +