• Jelajahi

    Copyright © Wonosobo Media
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Solusi Kemacetan Dengan Angkutan Umum Masa Depan

    Wonosobo Media
    , 00.14 WIB
    KedaiKlenik | Madu Murni Indonesia
    Foto: Uber
    Foto: Uber

    Dimasa ini untuk mengatasi kemacetan jalan raya berbagai perusahaan berlomba-lomba untuk menciptakan kendaraan yang super canggih salah satunya Perusahaan Uber Elevate (dulu bernama Uber Air) disebut sebagai layanan berbagi tumpangan penerbangan. Layanan ini digadang-gadang sebagai angkutan umum masa depan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas darat. Ide taksi terbang ini memang terdengar ambisius dan mahal.

    Uber belakangan dikabarkan berencan menjual bisnis taksi terbang ini. Jika benar demikian, rencana Uber meluncurkan layanan sewa helikopter ini di 2023 pun harus diatur ulang.

    Dikutip dari ZDNet, Uber saat ini sedang dalam pembicaraan lanjutan untuk menjual Uber Elevate ke Joby Aviation, sebuah startup kedirgantaraan asal AS yang didirikan pada 2009.

    "Dalam jangka panjang, visinya adalah untuk kendaraan listrik yang aman untuk mengangkut puluhan ribu orang melintasi kota dengan harga yang sama dengan perjalanan (mobil) UberX dalam jarak yang sama," kata Uber dalam sebuah pernyataan. 

    Pada Agustus 2018, Uber mengumumkan lima pasar yang memungkinkan untuk meluncurkan ide taksi terbangnya ini, yakni Australia, Brasil, Prancis, India, dan Jepang. Uber pun saat itu optimistis bahwa layanannya mulai resmi beroperasi 2023, termasuk di Dallas dan Los Angeles, AS.

    Uber menyebutkan, timnya tetap fokus pada uji coba teknologi utama di AS terlebih dahulu, karena di situlah sebagian besar mitra kendaraan Uber sudah mengembangkan pesawat mereka dan banyak yang berencana untuk menerima sertifikasi.

    "Semua mitra kendaraan Uber diharapkan melanjutkan sertifikasi kendaraan awal di yurisdiksi rumah mereka. Oleh karena itu, kami mengantisipasi demo pertama ke publik akan dilakukan di Amerika Utara terlebih dahulu. Tapi kami belum tahu lebih pasti karena dampak pandemi COVID-19," kata Uber.

    Menurut laporan, kesepakatan di antara Uber dan Joby Aviation akan diumumkan akhir bulan ini, karena Uber mendorong rencananya ini untuk menghasilkan keuntungan.

    Uber saat ini sedang menjalani fase mencoba mengencangkan ikat pinggangnya dan menyingkirkan berbagai aspek periferal dan kerugian dari bisnisnya.


    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Yang Menarik

    +