![]() |
| Inilah! Tempat Makan Malam Enak di Temanggung yang Wajib Dicoba, Cek Alamat Lengkapnya |
Wonosobo Media - Temanggung sering dikenal lewat dinginnya udara dan hamparan tembakau yang tenang hingga sebuah hasil pertanian seperti kopinya yang khas.
Tapi ketika matahari pamit dan malam turun perlahan, kota kecil di lereng Sindoro–Sumbing ini justru menyuguhkan satu hal yang tak kalah menggoda: makan malam yang sungguh-sungguh bikin rindu pulang.
Di Temanggung, makan malam bukan sekadar mengisi perut. Ia adalah jeda. Tempat orang-orang melepas lelah, berbagi cerita, dan merayakan rasa dengan cara yang sederhana tapi jujur.
Berikut beberapa spot makan malam di Temanggung yang layak dicoba bukan hanya karena enak, tapi karena punya suasana yang bikin betah duduk lebih lama.
1. Warung Sate Kambing: Hangat di Udara Dingin
Tak lengkap rasanya bicara malam di Temanggung tanpa menyebut sate kambing. Dagingnya empuk, bumbunya meresap, dan asap arang yang mengepul justru jadi bagian dari kenikmatan.
Disantap saat udara dingin mulai menusuk, sate kambing di Temanggung terasa seperti pelukan yaitu hangat dan menenangkan.
Biasanya, warung-warung sate ini mulai ramai selepas magrib. Ada yang datang sendirian, ada pula yang berombongan. Semua duduk setara, sama-sama menunggu tusukan sate matang sambil menyeruput teh hangat.
Tempat makan satu ini berada di: Jl. Dr. Sutomo No.289, Gendongan, Temanggung I, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah 56213
2. Pondok Lesehan Kampoeng Sawah
Alamat: Jl. Gatot Subroto No. 25, Krajan, Kebonsari, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.
Tempat makan satu ini yang khas dan menarik untuk dikunjungi di Temanggung ini buka dari jam: 08.00 sampai dengan pukul 21.00 WIB.
Menu andalan seperti ikan bakar, ayam penyet, nasi goreng kampoeng, serta sayur lodeh bisa dinikmati sambil duduk di lesehan dengan suasana yang cozy. Cocok untuk makan santai setelah seharian jalan-jalan.
3. Nasi Goreng Malam Hari: Sederhana Tapi Mengena
Di banyak sudut Temanggung, gerobak nasi goreng mulai berdatangan saat malam benar-benar hidup. Bunyinya khas, aromanya menggoda.
Nasi goreng di sini tak neko-neko, tapi justru itu kekuatannya. Rasanya “rumahan”, akrab, dan pas di lidah siapa saja.
Cocok untuk mereka yang ingin makan tanpa ribet, sambil duduk santai di pinggir jalan, melihat lalu-lalang motor dan obrolan ringan khas kota kecil.
Alamat: Jl. Gatot Soebroto, Karangsari, Manding, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, jam buka: 11.00–21.30 WIB
3. Angkringan: Ruang Kecil untuk Cerita Panjang
Angkringan di Temanggung bukan cuma soal harga murah. Ia adalah ruang sosial. Ada kopi panas, wedang jahe, sate usus, nasi kucing, dan tentu saja obrolan yang ngalir tanpa agenda.
Malam di angkringan sering kali terasa lebih jujur. Tak ada yang terburu-buru. Semua duduk, makan, dan berbagi cerita tentang hari yang panjang, tentang rencana yang belum tentu jadi.
Warung Makan Jadoel, berada di: Jl. Jenderal Sudirman No. 102, Jampirejo Tengah, Jampirejo, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, dengan jam buka: 24 jam.
Warung klasik dengan menu tradisional seperti semur tahu, tongkol sambel ijo, dan opor ayam kampung. Karena buka 24 jam, tempat ini pas buat makan malam kapan saja, cocok menemani waktu begadang tentunya.
4. Warung Makan Khas Jawa: Rasa yang Tidak Berisik
Bagi pencinta masakan Jawa, Temanggung punya banyak warung yang menyajikan menu seperti sayur lodeh, brongkos, atau oseng sederhana dengan rasa yang matang. Tidak heboh, tidak berlebihan, tapi konsisten.
Makan malam di tempat seperti ini sering terasa seperti pulang ke rumah sendiri. Tenang, hangat, dan apa adanya. Tempat makan satu ini populer dengan sebutan Daun Mas Resto.
Daun Mas Resto ini berada di: Jl. Suwandi Suwardi No. 3, Kauman, Kowangan, Kec. Temanggung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Jam buka: 10.00–21.30 WIB.
Tempat makan satu ini memang tampak lebih modern dengan menu Nusantara dan seafood, seperti nasi ayam taliwang, bandeng kropok, dan nasi goreng khas Daun Mas.
Malam, Rasa, dan Temanggung
Makan malam di Temanggung pada akhirnya bukan soal daftar menu saja, tetapi tentang suasana, tentang kehangatan, dan tentang bagaimana rasa bisa membuat orang merasa diterima.
Di kota kecil ini, malam tidak pernah benar-benar sepi. Ia hanya berubah bentuk menjadi kepulan asap sate, denting sendok di piring nasi goreng, dan tawa kecil di sudut angkringan.
Kalau suatu hari Anda singgah ke Temanggung, jangan buru-buru tidur. Biarkan malam mengajak Anda duduk, makan, dan pelan-pelan jatuh cinta lewat rasa.

