• Jelajahi

    Copyright © Wonosobo Media
    Wonosobo Media Network

    Iklan

    Jalan Lingkar Sumbing: Ketika Perjalanan Tak Lagi Sekadar Menuju Tujuan

    , 18.23 WIB
    KedaiKlenik | Madu Murni Indonesia
    Jalan Lingkar Sumbing: Ketika Perjalanan Tak Lagi Sekadar Menuju Tujuan
    Jalan Lingkar Sumbing: Ketika Perjalanan Tak Lagi Sekadar Menuju Tujuan


    Wonosobo Media - Di Wonosobo, perjalanan kini tak selalu harus buru-buru. Ada kalanya jalan justru mengajak kita pelan-pelan, menikmati setiap tikungan, setiap embusan angin dingin, dan setiap pemandangan yang membuat mata enggan berkedip. Jalan Lingkar Sumbing di Kecamatan Kalikajar adalah salah satunya.


    Jalur baru ini bukan sekadar penghubung antar daerah Temanggung, Wonosobo, hingga Magelang melainkan sebuah undangan terbuka untuk singgah, berhenti, dan mengagumi alam. 


    Begitu roda kendaraan mulai menyusuri aspalnya, kita seperti diajak masuk ke lorong panjang yang diapit oleh hamparan kebun sayur, kontur pegunungan, dan siluet Gunung Sumbing serta Sindoro yang berdiri gagah di kejauhan.


    Jalan yang Mengajak Orang Berhenti


    Tak sedikit pengendara yang awalnya hanya berniat melintas, akhirnya memilih menepi. Bukan karena lelah, tapi karena pemandangan terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja. 


    Dari beberapa titik di sepanjang jalan, panorama dua gunung kembar itu terlihat jelas, seolah sedang memamerkan dirinya tanpa sungkan.


    Udara khas pegunungan Kalikajar yang sejuk membuat perjalanan terasa lebih akrab. Jalan ini tak hanya dilalui kendaraan, tetapi juga percakapan ringan, tawa wisatawan, dan bunyi kamera ponsel yang sibuk mengabadikan momen. Tak heran jika jalur ini cepat dikenal sebagai spot foto baru favorit warga dan pelancong.


    Jelajah Kalikajar: Wisata yang Mengajak Mengenal, Bukan Sekadar Melihat


    Keberadaan Jalan Lingkar Sumbing kemudian dilengkapi dengan program Jelajah Kalikajar, sebuah konsep wisata yang tak hanya mengandalkan pemandangan, tetapi juga cerita. 


    Dalam kegiatan ini, peserta diajak menyusuri alam Kalikajar sambil mengenal sisi lain wilayah lereng Sumbing mulai dari kopi lokal, jalur pendakian, hingga kisah-kisah yang hidup di kaki gunung.


    Rutenya pun bukan rute sembarangan. Wisatawan diajak melangkah dari kawasan Bowongso hingga Jenggeran, menikmati trek ringan yang ramah bagi pemula, sebelum akhirnya tiba di jalan lingkar yang kini jadi ikon baru Kalikajar. 


    Di sini, wisata bukan sekadar soal destinasi, melainkan proses mengenal ruang dan manusia yang hidup di dalamnya.


    Infrastruktur yang Membuka Harapan Baru


    Dibangun dengan kualitas yang memadai, Jalan Lingkar Sumbing kini menjadi jalur alternatif yang memudahkan mobilitas warga. 


    Namun lebih dari itu, jalan sepanjang beberapa kilometer ini ikut membuka peluang ekonomi baru. Warung kecil, titik istirahat, hingga potensi wisata alam di sekitarnya mulai dilirik.


    Bagi masyarakat setempat, jalan ini bukan hanya soal kemudahan akses, tetapi juga tentang harapan: harapan agar Kalikajar semakin dikenal, agar alam tetap dijaga, dan agar wisata berkembang tanpa kehilangan ruhnya.


    Ketika Jalan Menjadi Cerita


    Jalan Lingkar Sumbing membuktikan satu hal: bahwa infrastruktur bisa lebih dari sekadar beton dan aspal. Ia bisa menjadi ruang pertemuan antara manusia dan alam, antara perjalanan dan perenungan.


    Di Wonosobo, jalan ini mengajarkan bahwa kadang-kadang, tujuan bukanlah hal paling penting. Yang lebih berharga justru apa yang kita temui di sepanjang perjalanan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    iklan mgid