![]() |
| 5 Wilayah Bernama Banjar di Indonesia, Ternyata Asal-usulnya Berbeda |
Wonosobo Media - Pernah sadar tidak, ada banyak daerah di Indonesia yang memakai nama “Banjar”? Menariknya lagi, nama ini tersebar di beberapa pulau dengan latar budaya yang berbeda-beda.
Setidaknya ada lima daerah yang namanya diawali kata “Banjar”, yaitu Banjar, Banjar Regency, Banjarmasin, Banjarbaru, dan Banjarnegara Regency. Dari lima nama itu, Banjarnegara menjadi satu-satunya wakil dari Jawa Tengah–DIY. Sementara Kota Banjar menjadi satu-satunya dari Jawa Barat.
Tiga sisanya berada di Kalimantan Selatan, yakni Banjar, Banjarmasin, dan Banjarbaru. Sekilas memang membingungkan.
Apalagi ada dua wilayah yang sama-sama bernama “Banjar” tanpa tambahan kata apa pun. Bedanya, Banjar di Jawa Barat berstatus kota, sedangkan Banjar di Kalimantan Selatan berstatus kabupaten.
Sementara itu, Banjarmasin dan Banjarbaru sama-sama berstatus kota, sedangkan Banjarnegara berstatus kabupaten. Kalau dihitung, berarti nama “Banjar” dipakai oleh dua kabupaten dan tiga kota otonom di Indonesia.
Lalu muncul pertanyaan menarik: apakah semua daerah bernama Banjar itu saling berkaitan dengan Suku Banjar?
Jawabannya ternyata tidak selalu untuk wilayah-wilayah di Kalimantan Selatan, keterkaitannya memang sangat kuat.
Daerah tersebut merupakan pusat berkembangnya Suku Banjar beserta kebudayaannya. Maka tidak heran jika nama Banjar banyak melekat di sana.
Namun berbeda dengan Kota Banjar di Jawa Barat. Meski namanya sama, wilayah ini justru lekat dengan budaya Sunda, khususnya dialek Priangan Timur atau dialek Ciamis.
Kota Banjar sendiri merupakan daerah pemekaran dari Kabupaten Ciamis yang resmi berdiri pada tahun 2003. Hal serupa juga terjadi pada Banjarnegara di Jawa Tengah.
Daerah ini tidak memiliki hubungan langsung dengan Suku Banjar di Kalimantan. Secara budaya, Banjarnegara lebih dekat dengan tradisi Jawa Banyumasan, lengkap dengan logat ngapak yang khas.
Nama Banjarnegara sendiri bahkan sudah digunakan sejak ratusan tahun silam, jauh sebelum pembentukan daerah modern di Indonesia.
Jadi, meski sama-sama memakai kata “Banjar”, ternyata akar budaya dan sejarah tiap daerah bisa sangat berbeda.
Ada yang berhubungan erat dengan identitas Suku Banjar di Kalimantan Selatan, ada pula yang tumbuh dari kebudayaan Sunda dan Jawa di Pulau Jawa.

