Wonosobo Media, Kendal - Sekitar ratusan anak dari jenjang TK hingga SD memadati kawasan Tirto Arum Baru, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada Minggu (3/5/2026).
Mereka datang dari berbagai bimbingan belajar di wilayah Kendal, Batang, Temanggung, hingga Semarang untuk mengikuti Olimpiade hitung cepat PRISMA kalkulator tangan yang ke-4 Kabupaten Kendal.
Kegiatan siang itu mengusung dengan tema "Anak Cerdas Tabungan Paling Berharga" dengan suasana berlangsung meriah sejak pagi.
Anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap sesi lomba, mulai dari kategori dasar hingga tingkat lanjutan. Sorak dukungan dari orang tua yang mengantar dan pendamping turut menambah semarak acara.
| Sambutan ketua pelaksana Olimpiade Prisma ke 4 Kabupaten Kendal. |
Dalam sambutannya Hana Mufida selaku ketua panitia mengucapkan terima kasih kepada founder Prisma dan tim pusat, direktur unit dan seluruh peserta yang telah mensukseskan kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi kalian semua dalam menuntut ilmu” tandas Mufida dalam sambutannya.
Harapannya dengan adanya kegiatan ini sebagai bagian dari pengembangan diri oleh anak-anak jago dan mengasah kreativitas serta cepat dalam berhitung, juga sebagai ajang silaturahim dari berbagai bimbel (red:bimbingan belajar) dari masing-masing unit dari beberapa kabupaten.
Menariknya yang datang pada olimpiade kali itu tidak hanya dari Kendal saja melainkan ada yang datang dari Kabupaten Batang, Temanggung bahkan Kabupaten Semarang.
Diketahui, metode yang digunakan dalam kompetisi ini adalah metode Prisma kalkulator tangan, sebuah teknik berhitung yang mengandalkan sepuluh jari tanpa alat bantu maupun rumus konvensional.
Metode ini pertama kali dikenalkan oleh Zaenal Ahmad sejak tahun 2002. Hingga kini, metode Prisma telah digunakan oleh lebih dari 4000 unit bimbingan belajar yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.
Bahkan menjangkau siswa luar negeri melalui kelas daring. Selain itu, metode ini juga beberapa kali tampil dalam program televisi nasional sebagai inovasi pembelajaran berhitung.
Dalam praktiknya, anak-anak tampak aktif memainkan jari-jari mereka saat mengerjakan soal. Pada kategori TK hingga kelas 1 SD, beberapa peserta bahkan mampu menyelesaikan sekitar puluhan soal dalam waktu kurang dari puluhan menit, hingga dieleminasi menjadi beberapa peserta dan diambil juara.
Sesi kedua ini, meskipun terik matahari sudah mulai menyengat, namun tidak menyurutkan anak-anak peserta untuk melanjutkan sesi lomba, hingga dimulai dan dilaksanakan di panggung utama olimpiade, para orang tua murid masih turut menyimak anaknya berkompetisi.
| Founder Prisma Kalkulator Tangan menyampaikan sambutan di Olimpiade Kendal ke-4. |
Sementara itu, Zaenal Ahmad selaku founder Prisma Kalkulator Tangan dalam sambutanya menyampaikan beberapa hal, lalu menjelaskan bahwa anak cerdas itu tidak muncul dengan sendirinya, tapi ada metodenya, ada caranya ada lembaganya.
"Kompetisi ini yang membuat anak-anak termotivasi untuk menjadi yang terbaik, paling cepat, paling pintar-cerdas, itulah makna dari olimpiade." Imbuhnya.
| Sesi penyerahan penghargaan kepada peserta olimpiade Prisma ke4 Kabupaten Kendal. |
Sementara itu, Zaenal Ahmad juga memotivasi kepada anak-anak peserta untuk tidak patah semangat dalam ajang olimpiade seperti ini, “Selamat berlomba, dan kalian semua adalah anak yang juara.” Pungkasnya menutup sambutan sekaligus membuka acara olimpiade dengan pembacaan basmalah.
Dengan pendekatan yang sederhana namun efektif, metode Prisma dinilai mampu meningkatkan kemampuan berhitung sekaligus melatih konsentrasi dan kepercayaan diri anak sejak dini. Kegiatan ini pun diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak peserta di masa mendatang.
