• Jelajahi

    Copyright © Wonosobo Media
    Wonosobo Media Network

    Iklan

    Tirto Arum Kendal: Ketika Sawah, Joglo, dan Wahana Bertemu dalam Satu Liburan Keluarga

    , 18.01 WIB
    KedaiKlenik | Madu Murni Indonesia
    Tirto Arum Kendal: Ketika Sawah, Joglo, dan Wahana Bertemu dalam Satu Liburan Keluarga
     Tirto Arum Kendal: Ketika Sawah, Joglo, dan Wahana Bertemu dalam Satu Liburan Keluarga


    Wonosobo Media - Ada tempat-tempat wisata yang menawarkan kemewahan. Ada juga yang menawarkan kesederhanaan. 


    Tapi jarang ada yang berhasil meramu keduanya dalam satu pengalaman yang terasa utuh. Di Kendal, tempat itu punya nama: Agrowisata Tirto Arum Baru Kendal.


    Letaknya tidak jauh dari hiruk-pikuk kota. Hanya sekitar 30 kilometer dari Semarang, atau kurang lebih 45 menit dari Bandara Internasional Ahmad Yani. Sementara untuk jarak dari Alun-Alun Kendal sekitar 4 menitan saja. 


    Ketika kita baru masuk ke dalam kawasan ini, suasananya seperti pindah zaman lebih pelan, lebih hangat, dan entah kenapa terasa akrab. Sehingga cocok untuk quality time bareng keluarga lho.


    Liburan Keluarga yang Tidak Ribet


    Konsep yang diusung Tirto Arum sederhana: family tourism. Tapi jangan salah, “sederhana” di sini bukan berarti seadanya.


    Di satu sisi, ada rumah-rumah Joglo kuno yang berdiri teduh. Bukan sekadar pajangan, tapi benar-benar bisa ditinggali. Kayu-kayu tua, bentuk atap yang khas, dan suasana yang membawa kita ke masa ketika rumah bukan hanya tempat tinggal, tapi juga ruang cerita.


    Di sisi lain, fasilitas modern tetap hadir. Kolam renang yang cukup representatif untuk olahraga, hotel dengan puluhan kamar, hingga area makan yang dibuat dalam bentuk saung di pinggir sawah.


    Nah, bagian ini yang sering bikin orang betah: makan di gubug, ditemani angin sawah, sambil melihat hamparan hijau. Rasanya bukan cuma makan, tapi seperti pulang ke sesuatu yang lama kita tinggalkan.


    Anak-anak Main, Orang Tua Ikut Senang


    Dilansir redaksi Wonosobo Media dari situs madosijateng, ketika kita berada di Tirto Arum ini ketika datang membawa anak, Tirto Arum seperti taman bermain yang tidak kehabisan ide. 


    Ada bebek air untuk yang ingin santai di kolam, trampolin untuk yang ingin melompat setinggi mungkin, hingga kuda poni yang jinak untuk dinaiki pelan-pelan. 


    Kolam untuk berenang ini pun beragam untuk ukuran ketinggian, antara dewasa maupun anak-anak sehingga dijamin aman.


    Yang agak menantang? Flying fox dari atas pohon kelapa meluncur melewati sungai kecil dan pulau buatan. Sensasinya cukup untuk bikin jantung deg-degan, tapi tetap aman karena didampingi instruktur.


    Belum cukup? Ada ATV yang siap diajak “main kotor” di sawah berlumpur. Aktivitas yang mungkin terdengar sederhana, tapi justru di situlah letak keseruannya: kotor, capek, tapi puas.


    Wisata yang Tidak Sekadar Hiburan


    Ada hal lain yang membuat Tirto Arum berbeda bukan hanya fasilitasnya, tapi cara mereka merawat hubungan dengan lingkungan sekitar.


    Di sini, wisata tidak berhenti di wahana. Ada upaya menjaga kearifan lokal tetap hidup.


    Misalnya, atraksi membajak sawah dengan kerbau, sebab memang dekat dengan persawahan. hal ini menjadi sebuah sesuatu yang mungkin bagi generasi sekarang hanya bisa dilihat di buku pelajaran. 


    Atau pengalaman membuat gerabah, di mana anak-anak tidak sekadar melihat, tapi langsung belajar dari perajin lokal.


    Menariknya lagi, kegiatan ini bukan sekadar “paket wisata”. Biaya yang dibayarkan wisatawan untuk aktivitas tersebut langsung diberikan kepada para perajin, tanpa potongan. Ada semacam aliran ekonomi kecil yang tetap hidup, tanpa harus kehilangan nilai.


    Tempat Singgah yang Punya Cerita


    Secara fasilitas, Tirto Arum cukup lengkap. Area parkir luas, mushola, keamanan 24 jam, hingga layanan penginapan dari hotel sampai rumah Joglo. Mau sekadar mampir, atau menginap beberapa hari semuanya bisa.


    Tirto Arum adalah tempat di mana orang kota bisa “bernapas” lagi. Tempat di mana anak-anak bisa bermain tanpa layar. Tempat di mana sawah tidak hanya jadi latar belakang, tapi juga bagian dari pengalaman.


    Di tengah tren wisata yang semakin instan dan serba cepat, tempat seperti ini terasa seperti jeda. Tidak mewah, tidak berisik, tapi cukup untuk membuat kita ingat: liburan tidak selalu harus jauh, yang penting terasa.


    Kalau suatu hari kamu butuh tempat untuk menepi sebentar dari rutinitas, mungkin Tirto Arum bukan jawaban paling populer. Tapi justru di situlah menariknya, sebab tidak berusaha jadi yang paling ramai, cukup jadi yang paling berkesan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    iklan mgid

    Yang Menarik

    +