• Jelajahi

    Copyright © Wonosobo Media
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Selayang Pandang Tentang Pawon

    , 22.26 WIB
    KedaiKlenik | Madu Murni Indonesia

     

    https://www.instagram.com/true.story_____/
    https://www.instagram.com/true.story_____/ 

    Dalam hidup orang Jawa dikenal adanya tiga ungkapan yang sangat penting yaitu sandang, pangan, dan papan. Diartikan bahwa dalam hidup manusia Jawa memerlukan tiga hal yang sangat penting yaitu: sandang (pakaian) untuk membalut tubuh supaya terlindung dari kedinginan, kepanasan, dan untuk estetika; pangan (makan) adalah makanan yang harus ada untuk dimakan sebagai syarat untuk bertahan hidup; dan papan (rumah atau omah) sebagai tempat berteduh atau tempat tinggal. Ketiga unsur budaya tersebut (sandang, pangan, dan papan) merupakan simbol keterikatan yang penting dalam kehidupan.

    Dalam budaya Jawa terdapat anggapan bahwa antara rumah, tanah, dan penghuninya merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Orang merasa bersatu dengan rumah dan tanah tempat tinggalnya, sekaligus merasa bersatu dengan desa tempat menetapnya. Perasaan bersatu yang demikian itu menyebabkan rasa aman dan tenteram bagi orang yang menghuni rumah tersebut.

    Dengan adanya perasaan seperti itu, maka rumah merupakan bagian penting bagi kehidupan. Karena dapur adalah bagian dari rumah, dengan sendirinya juga memiliki hubungan yang tak terpisahkan dengan penghuni rumah tersebut.

    Bagi orang Jawa, karena rumah dianggap sangat penting, maka ruang-ruang di dalam rumah ditata sedemikian rupa, sehingga ada bagian-bagian yang terbuka bagi orang luar atau tamu-tamu, dan ada pula bagian-bagian yang tabu atau harus disembunyikan dari orang luar.

    Berkenaan dengan hal tersebut, tulisan berikut ini akan memokuskan diri pada salah satu unsur budaya Jawa, yaitu bagian dari papan, atau omah (rumah) yang disebut pawon atau dapur. Dapur, atau pawon ini mempunyai arti dan fungsi yang sangat penting dalam penyelenggaraan penyiapan kebutuhan makanan, maupun penyimpanannya, serta kegiatan lainnya.

     Masalah yang muncul adalah sampai sejauh mana manusia Jawa memaknai dan memperlakukan dapur, atau pawon guna memenuhi kebutuhan akan makan, minum, dan kebutuhan lainnya. Seiring dengan perkembangan kehidupan manusia, berubahnya lingkungan alam, dan kemajuan teknologi, dapur atau pawon juga mengalami perkembangan bentuk, arti dan fungsi.

    Pawon adalah dapur bagi masyarakat Jawa yang berupa tempat memasak yang menggunakan tungku sebagai pembakaran dengan kayu sebagai bahan bakarnya dan menghasilkan abu (awu) sepanjang hari. Pawon pada jaman dahulu dikenal sebagai daerah privat bagi kaum wanita dan merupakan area yang tabu bagi kaum pria. Karena pawon juga kerap menjadi tempat berkumpul wanita penghuni rumah dengan kaum wanita di lingkungan sekitar rumahnya.Saat ini di beberapa desa bisa ditemui pawon yang sudah beralih fungsi.

    Tidak hanya sekedar sebagai tempat memasak, tetapi juga sebagai tempat berkumpul dan pusat aktifitas bagi seluruh penghuni rumah. Mereka terbiasa berkumpul, berinteraksi dan melakukan sebagian besar aktifitasnya selama berada di rumah di dalam ruang pawon. Mereka juga terbiasa menerima tamu dan berinteraksi dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya di dalam ruang pawon.

    Perapian yang terletak pada ruang pawon dapat dijadikan sebagai salah satu konsep yang relevan dalam peningkatan suhu udara di dalam bangunan. Model perapian dan besaran api penghasil panas sangat menentukan dalam terwujudnya tingkat Kenyamanan.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    Yang Menarik

    +